MTsN 9 Kediri

Cerdas, Amanah, Naturalis, Teknologi, Inovatif dan ber-Karakter

Advertisement

Guru dan Staf MTsN 9 Kediri Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Tingkatkan Kesadaran Dini

Kediri – Dalam upaya memelihara kualitas dan kebugaran sumber daya manusia (SDM) pengajar, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 9 Kediri melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Puskesmas Wates dan diikuti secara antusias oleh seluruh dewan guru serta staf kependidikan madrasah pada Kamis, 4 Desember 2025.

CKG yang dilaksanakan di lingkungan MTsN 9 Kediri ini mencakup rangkaian pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Para guru menjalani pemeriksaan mendasar seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, trigliserida, serta pengukuran berat badan dan indeks massa tubuh lainnya.

Kepala Madrasah Beri Contoh

Kepala MTsN 9 Kediri, Bapak Sunarto, M.Pd, tampak memberikan contoh kepedulian terhadap kesehatan dengan menjadi peserta pertama dalam kegiatan ini. Keikutsertaannya disambut positif oleh jajaran guru, yang kemudian bergiliran melakukan pemeriksaan.

Apresiasi tinggi disampaikan kepada Puskesmas Wates yang telah memfasilitasi kegiatan preventif ini. Pemeriksaan kesehatan berkala ini dinilai sangat penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi risiko penyakit tidak menular.

“Kesehatan adalah modal utama bagi para pendidik. Dengan kondisi fisik yang prima, kami dapat menjalankan tugas mendidik dan membimbing siswa secara maksimal. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Puskesmas Wates. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat sebagai pengingat bagi kami untuk selalu menjaga pola hidup sehat,” ujar Bapak Sunarto, M.Pd.

Antusiasme Guru Demi Pelayanan Optimal

Tidak hanya Kepala Madrasah, antusiasme juga terlihat jelas dari para guru yang berpartisipasi. Mereka menyambut baik kesempatan untuk mengetahui status kesehatan terbaru mereka tanpa dipungut biaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi pentingnya gaya hidup sehat dan upaya pencegahan penyakit.

Pihak MTsN 9 Kediri berharap, dengan hasil pemeriksaan yang ada, seluruh civitas akademika dapat termotivasi untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Guru yang sehat secara fisik dan mental akan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang optimal bagi peserta didik, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada mutu pendidikan di madrasah.