MTsN 9 Kediri

Cerdas, Amanah, Naturalis, Teknologi, Inovatif dan ber-Karakter

Advertisement

Dua Hari Gelar Karya P5P2RA dengan Tema Permainan Tradisional Nusantara

Permainan Tradisional: Warisan Budaya yang Menghidupkan Masa Depan

Di tengah derasnya arus kemajuan teknologi, masa depan generasi muda Indonesia berada di persimpangan jalan: menjadi generasi emas atau terjerumus dalam kegelapan digital. Gempuran gadget dan permainan daring (online game) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak dan remaja. Gadget bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi “aksesori wajib” yang terus melekat di tangan.

Ibarat pisau bermata dua, gadget bisa menjadi alat produktif yang membantu perkembangan pengetahuan, tetapi juga bisa menjadi alat yang mencederai diri sendiri bila tidak digunakan dengan bijak. Realitanya, banyak generasi muda, terutama Gen Z, belum mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dan justru terjebak dalam dunia permainan digital yang adiktif.

Padahal, Indonesia memiliki kekayaan budaya permainan tradisional yang tak kalah seru dan mendidik. Sebagai upaya untuk membangkitkan kembali warisan budaya tersebut, pemerintah melalui Kurikulum Merdeka mengangkat tema “Permainan Tradisional” dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA).


Di MTsN 9 Kediri kegiatan Gelar Karya P5RA dilaksanakan dalam dua hari yaitu pada:

Hari Kamis, 19 Juni 2025 di Kampus Doko
Hari Jumat, 20 Juni 2025 di Kampus Wonorejo

Kegiatan Gelar Karya P5RA menjadi ajang yang mempertemukan anak-anak dengan berbagai permainan tradisional Nusantara. Dalam suasana penuh keceriaan dan semangat, para siswa memainkan permainan seperti lompat tali, layangan, gobak sodor, cublek-cublek suweng, gejlek, cirak (kelereng), hingga delik’an (petak umpet).

Tak hanya siswa, para guru pun ikut larut dalam suasana nostalgia. “Wah masa kecil kurang bahagia ini, Bu. Jadi teringat kenangan kecil dulu” canda Pak Heri sambil menarik benang layangan, disambut tawa riuh oleh rekan-rekannya.


Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai-nilai kerja sama, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Seluruh momen keceriaan didokumentasikan oleh para siswa sebagai bagian dari laporan kegiatan gelar karya.

Dengan mengenalkan kembali permainan tradisional, generasi muda diajak untuk tidak melupakan akar budayanya di tengah kemajuan teknologi. Sebuah langkah kecil namun bermakna untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi negara maju secara digital, tetapi juga kaya secara budaya dan karakter.