Kamis, 22 Oktober 2026, suasana khidmat menyelimuti keluarga besar MTsN 9 Kediri dalam memperingati Hari Santri Nasional. Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah perjalanan untuk kembali mengenang jejak perjuangan para santri, mereka yang dengan ketulusan hati menimba ilmu, merawat iman, dan mengabdikan diri demi agama serta negeri.

Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Santri yang diikuti oleh keluarga besar MTsN 9 Kediri. Barisan peserta berdiri tegak, menyatukan langkah dan tekad dalam balutan semangat kesantrian. Di balik lantunan doa dan penghormatan yang terucap, tersimpan pesan mendalam tentang perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan hati para santri yang telah mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Hari Santri menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan dengan senjata, tetapi juga dengan doa, ilmu, dan keikhlasan yang terus menyala dari generasi ke generasi.
Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan dengan istighosah. Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, doa-doa dipanjatkan, tangan-tangan menengadah, dan hati-hati merendah di hadapan Sang Maha Kuasa. Sejenak, kesibukan dunia seolah berhenti. Setiap lantunan doa menjadi ungkapan harapan, setiap zikir menjadi peneguh keyakinan, dan setiap keheningan menjadi ruang bagi jiwa untuk kembali menemukan makna pengabdian.
Istighosah tersebut menjadi momen untuk memohon keberkahan ilmu, keselamatan bangsa, serta kekuatan bagi seluruh keluarga besar MTsN 9 Kediri agar senantiasa istiqamah dalam menebarkan kebaikan. Sebab, menjadi santri bukan hanya tentang mengenakan sarung, peci, atau menekuni kitab-kitab keagamaan. Lebih dari itu, menjadi santri adalah tentang belajar merendahkan hati ketika memiliki ilmu, menjaga kejujuran ketika menghadapi godaan, dan tetap menebarkan manfaat meskipun tidak selalu mendapatkan pujian.
Peringatan Hari Santri di MTsN 9 Kediri juga menjadi pengingat bahwa perjuangan para santri terdahulu tidak boleh berhenti sebagai cerita yang hanya dikenang. Semangat mereka harus hidup dalam perilaku sehari-hari: dalam kesungguhan belajar, kesantunan bertutur, penghormatan kepada guru, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan kepada tanah air. Nilai-nilai itulah yang perlu dirawat agar generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi insan berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki jiwa pengabdian.
Melalui rangkaian upacara dan istighosah ini, MTsN 9 Kediri meneguhkan kembali komitmennya untuk menanamkan nilai-nilai religius, nasionalisme, dan karakter santri kepada seluruh peserta didik. Harapannya, setiap langkah yang diayunkan para siswa kelak menjadi bagian dari perjuangan kebaikan, setiap ilmu yang dipelajari menjadi cahaya bagi kehidupan, dan setiap cita-cita yang diraih membawa manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, serta bangsa.
Hari Santri bukan sekadar peringatan tentang masa lalu, melainkan panggilan untuk meneruskan perjuangan. Sebab, santri sejati tidak hanya dikenang karena doa-doanya, tetapi juga karena karya, akhlak, dan pengabdiannya. Dari MTsN 9 Kediri, semangat itu terus dirawat, agar api perjuangan para santri tetap menyala di hati generasi penerus bangsa.







