MTsN 9 Kediri

Cerdas, Amanah, Naturalis, Teknologi, Inovatif dan ber-Karakter

Advertisement

MTsN 9 Kediri Jalani SKAL 2025 di Bali: Belajar dari Keindahan Budaya dan Alam Pulau Dewata

MTsN 9 Kediri Jalani kegiatan Studi Kenal Alam & Lingkungan (SKAL) 2025 yang dilaksanakan selama lima hari 15-19 Oktober 2025 di Pulau Bali. Kegiatan ini menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik untuk mengenal lebih dekat keanekaragaman budaya, adat istiadat, dan kekayaan alam Indonesia. Didampingi oleh para guru dan panitia madrasah, rombongan siswa berangkat dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. SKAL tahun ini dirancang bukan sekadar untuk rekreasi, tetapi sebagai pembelajaran lintas ruang dan budaya, mengintegrasikan nilai akademik, sosial, dan spiritual dalam setiap kunjungan.

Tanah Lot: Simbol Keagungan dan Keteguhan Iman
Perjalanan dimulai dari Tanah Lot, pura yang berdiri megah di atas batu karang di tengah laut. Siswa menyaksikan keindahan alam yang berpadu dengan nuansa religius yang kuat. Pemandangan matahari terbenam di Tanah Lot memberikan kesan mendalam tentang keteguhan iman dan harmoni antara manusia dan alam.



Desa Adat Panglipuran: Warisan Kesucian Tradisi

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Desa Adat Panglipuran, salah satu desa terbersih di dunia yang menjadi simbol pelestarian budaya Bali. Siswa diajak berkeliling desa, melihat rumah-rumah tradisional yang seragam, serta mengenal sistem adat dan tata nilai masyarakat setempat. Dari kunjungan ini, mereka belajar tentang kedisiplinan, tata krama, dan pelestarian warisan budaya.



Ziarah ke Makam Raden Ayu Siti Khodijah (Raden Ayu Pamecutan)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Raden Ayu Siti Khodijah (Raden Ayu Pamecutan), seorang bangsawan Bali yang dikenal karena keislamannya. Dalam suasana penuh khidmat, siswa diajak meneladani nilai toleransi, perjuangan dakwah, dan persaudaraan lintas budaya yang beliau wariskan.

Tanjung Benoa: Mengenal Kekayaan Hayati Laut

Di Tanjung Benoa, siswa diperkenalkan pada keindahan dan kekayaan hayati laut. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem laut, memahami peran manusia dalam menjaga keseimbangan alam, serta menikmati keindahan panorama pesisir yang memesona.

Pantai Pandawa: Keindahan di Balik Tebing

Kunjungan berikutnya adalah Pantai Pandawa, pantai indah yang tersembunyi di balik tebing batu kapur. Hamparan pasir putih dan air laut yang jernih menjadi daya tarik tersendiri. Di sini, siswa mengenal kisah tokoh Pandawa Lima yang menjadi inspirasi penamaan pantai, sekaligus memahami nilai keberanian dan kebajikan dari kisah tersebut.

Pagelaran Tari Kecak di Pantai Melasti

Menjelang Malam hari di Bali semakin semarak dengan pagelaran Tari Kecak di tebing Pantai Melasti. Suara “cak-cak-cak” yang ritmis, diiringi pemandangan laut senja, memberikan pengalaman budaya yang luar biasa bagi siswa. Pertunjukan ini mengajarkan tentang kebersamaan, kekuatan harmoni, dan kekayaan seni tradisional Indonesia.



Candi Bedugul: Penutup yang Penuh Kedamaian

Perjalanan SKAL ditutup dengan kunjungan ke Candi Bedugul (Pura Ulun Danu Bratan) yang berdiri anggun di tepi danau dengan latar pegunungan berkabut. Keindahan tempat ini memberikan ketenangan dan rasa syukur atas ciptaan Tuhan yang begitu indah dan mempesona. Kegiatan SKAL Bali 2025 menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Melalui perjalanan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air, toleransi, dan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya serta lingkungan.

“Melalui SKAL ini kami ingin siswa belajar langsung dari realitas sosial dan budaya Indonesia. Mereka tidak hanya berwisata, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan yang bisa diterapkan dalam keseharian,” ujar salah satu guru pendamping MTsN 9 Kediri.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, MTsN 9 Kediri berharap SKAL Bali 2025 menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak mulia, dan berwawasan global, yang siap mencintai dan menjaga warisan luhur bangsa.Doc.Humas9_zain